Postingan

Memaknai Setiap Kesempatan

Potongan Mozaik di Sedekah Booster Indonesia Pernah suatu hari, tanpa sengaja ketemu sama seseorang. Dari pertemuan itu, kami sempat diskusi. Saya bertanya, "Apa yang membuatmu tetap bertahan melakukan sesuatu yang, secara lahiriah (zhahir), tampak tidak memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan hal-hal lain yang bisa kamu lakukan?" Beliau menjawab, "Umur tidak selalu panjang, kesempatan tidak selalu datang. Yang paling jelas, saya merasa senang, tenang, dan damai ketika melihat mereka tersenyum. Senyum itu bukan tanpa alasan, melainkan karena setiap detik kehidupan yang mereka jalani selalu mereka syukuri sebagai nikmat." Jawaban itu membuat saya berpikir. Ketika melewati jalan-jalan dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, jauh dari kata layak dan nyaris tak pernah mendapat perhatian, mereka tetap bertahan menjalani hidup. Lalu bagaimana mungkin kita yang mengaku sadar dan memiliki empati hanya memilih berdiam diri di tengah keadaan, sementara masih ada begit...

Perjalanan Pendidikan

Gambar
  Perjalanan Pendidikan Nur Malasari Cerita tentang penyelesaian magister benar-benar sangat bermakna bagiku, keluargaku, juga perjalananku memaknai tentang banyak hal dalam kehidupan. Seorang anak pemanjat kelapa cuma punya cita-cita, "suatu saat nanti saya akan meraih pendidikan setinggi-tingginya." Di saat berniat tentang ini, semuanya masih sangat kosong. Kami tidak punya apa-apa. Kami tinggal di hutan yang rimba. Keluar ke perkampungan butuh waktu dan jarak yang cukup jauh, ditempuh dengan jalan kaki dan melewati gunung juga jalan yang sangat sepi. Saya ingat betul, di saat belum sekolah, saya bermain tanpa seorang teman. Pagi-pagi cuma bisa dengar semua suara penghuni hutan terdengar, suara angin bertiup di tengah banyaknya pohon, suara air mengalir tanpa henti. Sungguh indah juga menenangkan. Sebelum masuk sekolah, seingat saya sekitar umur 5 tahun sempat dibelikan sebuah buku juga pulpen. Buku itu, tanpa sepengetahuan mama sama papa, buku kurang lebih 20 halaman itu s...

Makna Pendidikan

Gambar
  Makna Pendidikan Bagiku Akhir-akhir ini saya sering mendapat pertanyaan yang sama, "Nanti setelah kuliah mau ke mana? Tujuan kuliah sebenarnya apa? Mulailah membangun relasi supaya nanti dimudahkan. ngapain kuilah tinggi-tinggi nanti di dapurjaki," Saya memahami pertanyaan itu. Namun, bagi saya, pendidikan tidak pernah sesederhana tentang pekerjaan atau jabatan yang akan diraih. Pendidikan adalah ruang kebebasan, ruang berekspresi, dan ruang untuk terus belajar memahami kehidupan. Melalui pendidikan, saya dapat mempelajari banyak hal dan menikmati tempat-tempat yang mungkin tidak akan pernah saya jangkau jika bukan karena kesempatan untuk belajar. Saya dipertemukan dengan banyak orang, mendengar kisah dari latar belakang yang berbeda, serta belajar bahwa setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing. Dari sanalah saya belajar untuk tidak mudah menghakimi, melainkan berusaha memahami. Pendidikan juga mengajarkan saya mengelola emosi. Semakin banyak belajar, semakin sa...

Juni

JUNI Perjalanan yang ingin kubagikan... Ini tentang bulan Juni.. Dulu, setiap kali kalau mau sesuatu, selalu ditulis. Susun rencana, kemudian diupayakan dengan sungguh-sungguh, lalu dibayangkan semuanya berjalan sebagaimana yang diharapkan. Tapi, ada satu masa semuanya berubah intinya tidak sesuai rencana. Problem keluarga datang silih berganti. Kesibukan di lembaga menghabiskan banyak waktu. Di saat yang sama, perkuliahan semakin padat dengan dealine tugas-tugas yang harus diselesaikan. Belajar mati-matian hingga pernah berada di titik paling fokus, lalu dalam sekejap semuanya terasa kacau. Mental jatuh, hingga berujung keluar-masuk klinik. Sampai akhirnya divonis memiliki tumor yang dipicu oleh stres berlebihan. Di waktu yang bersamaan, persoalan di rumah pun belum kelar-kelar. Yang bisa dilakukan cuma bertahan, mencoba memahami setiap keadaan yang sewaktu-waktu berubah, menerima apa yang datang, dijalani, dan terus berharap semuanya akan baik-baik saja. Semua ilmu dan filosofi yang ...

Kampus Tak Lagi Sesuai dengan Maknanya

 Kampus Tak Lagi Sesuai dengan Maknanya Oleh : Nur Malasari Dalam buku Sekolah Itu Candu dikutip "sekolah sudah mati" (hal 105) Memaknai kalimat tersebut memunculkan banyak pandangan dan salah satunya memang benar hari ini sekolah ataupun bangunan-bangunan mulai dari yang tidak bertingkat sampai yang bertingkat sebagian besar menyalahi maknanya. pernyatanyaan kemudian muncul kenapa demikian?  Sekolah ataupun kampus sudah sangat terlalu sering disesali tapi pada waktu yang bersamaan sekolah sangat didambakan dan harus ada karena dibutuhkan, akan tetapi hari ini dan seterusnya sekolah akan menjadi bawahan oleh sistem yang tidak lain diciptakan oleh manusia itu sendiri.

Rindu Ayah

Gambar
  Rindu Ayah Oleh :Nur Malasari Laki-laki yang sangat kami segani, laki-laki yang mendidik sangat disiplin, tidak kenal anak perempuannya ataupun anak laki-laki nya, cara mendidiknya tetap sama Kami diajarkan berpegang teguh pada prinsip bahwa semuanya bisa dikerjakan selama kau yakin dan mau bertindak, bukan banyak mengeluh. Ayah selalu mengajarkan bahwa kelemahan itu datang dari diri sendiri dan begitupun sebaliknya kekuatan terbesar pun datang dari diri sendiri. Di waktu kami kecil dia selalu mengajarkan akan kesolidan kami bersaudara apapun yang terjadi kami tidak boleh bertengakar apapun alasannya, kami 3 bersaudara namun kami punya keegoisan tersendiri dimana kami tidak pernah bisa akur, saya tertua dari mereka dan tanpa saya sadari dikala itu saya yang paling egois diantara mereka. sebagai seorang kakak saya tidak mau kalah dari mereka dan yang kami takutkanpun terjadi. Sewaktu-watu ayah tahu akan pertengkaran kami dan benar-benar membuat ayah murka, kami kena konsekuensi da...

Goresan Penaku

Berpikir sedalam-dalamnya dengan penuh keinsafan, secara bebas, dan radikal terhadap segala hal bertujuan untuk memahami hakikatnya. Kemudian, melalui proses berpikir filosofis, seseorang memahami kebenaran berdasarkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya.