Postingan

Perjalanan Pendidikan

Gambar
  Perjalanan Pendidikan Nur Malasari Cerita tentang penyelesaian magister benar-benar sangat bermakna bagiku, keluargaku, juga perjalananku memaknai tentang banyak hal dalam kehidupan. Seorang anak pemanjat kelapa cuma punya cita-cita, "suatu saat nanti saya akan meraih pendidikan setinggi-tingginya." Di saat berniat tentang ini, semuanya masih sangat kosong. Kami tidak punya apa-apa. Kami tinggal di hutan yang rimba. Keluar ke perkampungan butuh waktu dan jarak yang cukup jauh, ditempuh dengan jalan kaki dan melewati gunung juga jalan yang sangat sepi. Saya ingat betul, di saat belum sekolah, saya bermain tanpa seorang teman. Pagi-pagi cuma bisa dengar semua suara penghuni hutan terdengar, suara angin bertiup di tengah banyaknya pohon, suara air mengalir tanpa henti. Sungguh indah juga menenangkan. Sebelum masuk sekolah, seingat saya sekitar umur 5 tahun sempat dibelikan sebuah buku juga pulpen. Buku itu, tanpa sepengetahuan mama sama papa, buku kurang lebih 20 halaman itu s...

Makna Pendidikan

Gambar
  Makna Pendidikan Bagiku Pendidikan bagiku adalah proses dalam membetuk satu sikap dalam menanggapi persoalan menuju kepada-Nya Makna pendidikan bagiku ialah bagaimana mental itu dibentuk, bagaimana karakter menyikapi persoalan, menyikapi waktu, menyikapi bentuk profesional ketika dihadapi dengan emosional hanya pada Maslaah itu tanpa melibatkan banyak pihak... Bagaimana ia dimaknai sebagai hikmah dari setiap perjalanan, bagaimana mendahulukan yang penting, bagaimana kemudian melihat banyak aspek dan menyikapinya dengan baik dan punya alasan kenapa memilih itu... Kemudian bagaimana setiap saatnya ketika merasa hilang arah ia cepat kembali, bagaimana ia jalan setiap harinya dengan penuh niat menuju kepadanya... Bagaimana kemudian menerima segala bentuk sesuatu diluar kendali tanpa menyalahkan apapun dan selalu stay dengan segala bentuk langkah yang bisa di kerjakan dan bagaimana ia komunikasi kepada siapapun itu ia bisa memposisikan dirinya bagaimana ia melihat Maslaah Tidka langsu...

Juni

JUNI Perjalanan yang ingin kubagikan... Pertama, ini tentang bulan Juni. Bulan Juni yang kuanggap sangat misterius. Suatu hari ada hal yang ingin kucapai. Sebelumnya, setiap ada sesuatu yang ingin kuraih, aku selalu mencatatnya. Aku menyusun rencana, berusaha, dan berharap semuanya berjalan sesuai yang kuinginkan. Namun suatu waktu semuanya berubah karena berbagai hal. Problem keluarga, kesibukan berlembaga, dan di saat yang sama kuliah yang semakin padat dengan tugas-tugasnya. Aku belajar mati-matian. Pernah berada di titik sangat fokus, lalu tiba-tiba semuanya buyar. Mental jatuh, berujung pada keluar masuk klinik. Sampai akhirnya aku divonis memiliki tumor akibat stres yang berlebihan. Di saat yang sama, masalah di rumah belum juga selesai. Aku harus tetap bertahan dan memahami kondisi yang terjadi sewaktu-waktu. Aku mencoba menerima, menjalaninya, dan terus berharap semuanya akan baik-baik saja. Semua ilmu dan filosofi yang kupelajari, kucoba praktikkan dalam perjalanan ini. Ada sa...

Kampus Tak Lagi Sesuai dengan Maknanya

 Kampus Tak Lagi Sesuai dengan Maknanya Oleh : Nur Malasari Dalam buku Sekolah Itu Candu dikutip "sekolah sudah mati" (hal 105) Memaknai kalimat tersebut memunculkan banyak pandangan dan salah satunya memang benar hari ini sekolah ataupun bangunan-bangunan mulai dari yang tidak bertingkat sampai yang bertingkat sebagian besar menyalahi maknanya. pernyatanyaan kemudian muncul kenapa demikian?  Sekolah ataupun kampus sudah sangat terlalu sering disesali tapi pada waktu yang bersamaan sekolah sangat didambakan dan harus ada karena dibutuhkan, akan tetapi hari ini dan seterusnya sekolah akan menjadi bawahan oleh sistem yang tidak lain diciptakan oleh manusia itu sendiri.

Rindu Ayah

Gambar
  Rindu Ayah Oleh :Nur Malasari Laki-laki yang sangat kami segani, laki-laki yang mendidik sangat disiplin, tidak kenal anak perempuannya ataupun anak laki-laki nya, cara mendidiknya tetap sama Kami diajarkan berpegang teguh pada prinsip bahwa semuanya bisa dikerjakan selama kau yakin dan mau bertindak, bukan banyak mengeluh. Ayah selalu mengajarkan bahwa kelemahan itu datang dari diri sendiri dan begitupun sebaliknya kekuatan terbesar pun datang dari diri sendiri. Di waktu kami kecil dia selalu mengajarkan akan kesolidan kami bersaudara apapun yang terjadi kami tidak boleh bertengakar apapun alasannya, kami 3 bersaudara namun kami punya keegoisan tersendiri dimana kami tidak pernah bisa akur, saya tertua dari mereka dan tanpa saya sadari dikala itu saya yang paling egois diantara mereka. sebagai seorang kakak saya tidak mau kalah dari mereka dan yang kami takutkanpun terjadi. Sewaktu-watu ayah tahu akan pertengkaran kami dan benar-benar membuat ayah murka, kami kena konsekuensi da...

Goresan Penaku

Berpikir sedalam-dalamnya dengan penuh keinsafan, secara bebas, dan radikal terhadap segala hal bertujuan untuk memahami hakikatnya. Kemudian, melalui proses berpikir filosofis, seseorang memahami kebenaran berdasarkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya.

impian yang terbang bersama doa2-Nya