Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan yang ingin kubagikan... Pertama, ini tentang bulan Juni. Bulan Juni yang kuanggap sangat misterius. Suatu hari ada hal yang ingin kucapai. Sebelumnya, setiap ada sesuatu yang ingin kuraih, aku selalu mencatatnya. Aku menyusun rencana, berusaha, dan berharap semuanya berjalan sesuai yang kuinginkan. Namun suatu waktu semuanya berubah karena berbagai hal. Problem keluarga, kesibukan berlembaga, dan di saat yang sama kuliah yang semakin padat dengan tugas-tugasnya. Aku belajar mati-matian. Pernah berada di titik sangat fokus, lalu tiba-tiba semuanya buyar. Mental jatuh, berujung pada keluar masuk klinik. Sampai akhirnya aku divonis memiliki tumor akibat stres yang berlebihan. Di saat yang sama, masalah di rumah belum juga selesai. Aku harus tetap bertahan dan memahami kondisi yang terjadi sewaktu-waktu. Aku mencoba menerima, menjalaninya, dan terus berharap semuanya akan baik-baik saja. Semua ilmu dan filosofi yang kupelajari, kucoba praktikkan dalam perjalanan ini. Ada satu ka...
Postingan terbaru
 Kampus Tak Lagi Sesuai dengan Maknanya Oleh : Nur Malasari Dalam buku Sekolah Itu Candu dikutip "sekolah sudah mati" (hal 105) Memaknai kalimat tersebut memunculkan banyak pandangan dan salah satunya memang benar hari ini sekolah ataupun bangunan-bangunan mulai dari yang tidak bertingkat sampai yang bertingkat sebagian besar menyalahi maknanya. pernyatanyaan kemudian muncul kenapa demikian?  Sekolah ataupun kampus sudah sangat terlalu sering disesali tapi pada waktu yang bersamaan sekolah sangat didambakan dan harus ada karena dibutuhkan, akan tetapi hari ini dan seterusnya sekolah akan menjadi bawahan oleh sistem yang tidak lain diciptakan oleh manusia itu sendiri.

Rindu Ayah yang Bisu

  Rindu Ayah Oleh :Nur Malasari Laki-laki yang sangat kami segani, laki-laki yang mendidik sangat disiplin, tidak kenal anak perempuannya ataupun anak laki-laki nya, cara mendidiknya tetap sama Kami diajarkan berpegang teguh pada prinsip bahwa semuanya bisa dikerjakan selama kau yakin dan mau bertindak, bukan banyak mengeluh. Ayah selalu mengajarkan bahwa kelemahan itu datang dari diri sendiri dan begitupun sebaliknya kekuatan terbesar pun datang dari diri sendiri. Di waktu kami kecil dia selalu mengajarkan akan kesolidan kami bersaudara apapun yang terjadi kami tidak boleh bertengakar apapun alasannya, kami 3 bersaudara namun kami punya keegoisan tersendiri dimana kami tidak pernah bisa akur, saya tertua dari mereka dan tanpa saya sadari dikala itu saya yang paling egois diantara mereka. sebagai seorang kakak saya tidak mau kalah dari mereka dan yang kami takutkanpun terjadi. Sewaktu-watu ayah tahu akan pertengkaran kami dan benar-benar membuat ayah murka, kami kena konsekuensi da...

kata2 malam

Berpikir yang sedalam2nya dengan insyaf, bebas dan radikal tentang segala hang ada hntuk memahami hakikatnya.  Kemudian dengan caranya sendiri, kebenaran menurut filsafatnya akan selalu disesuaikan dengan kebenaran menurut informasinya.

Berdamai Atas Nama Perbedaan

Hidup Damai Diantara Perbedaan Oleh: Nur Malasari Disaat masih belia semua orang masih berproses mengenali segala sesuatunya Mulai memilah yang mana menyenangkan dan menjengkelkan, mulai mencerna rasa manis, pahit dan berbagai rasa lainnya. Lalu menginjak usia lebih lanjut sudah balig, dikenalkan hal baik dan hal buruk  Dibolehkan ini namun dilarang yang itu. Usia semakin menanjak mulai timbul pertanyaan demi pertanyaan , nalar kritis mulai pelan-pelan. Mendapati berbagai keadaan dengan rasa yang berbeda, meningkatkan akal berpikir semakin keras. Dari melihat, membaca sampai mengalami suatu keadaan yang baru disadari  bahwa setiap saat adalah suatu keadaan yang kemudian dicerna satu persatu. Mulai menyimpulkan bahwa keadaan yang terjadi segalanya adalah suatu perbedaan dan opjeknya tetap saja masih mereka yang ada. Namun ada sesuatu yang unik, muncul pertanyaan kemudian "dunia yang sangat luas yang tidak diketahui dimana ujungya. Disela kehidupan ini mengapa harus ada pertikai...